Kamis, 06 Juni 2013

Atraktif Dengan CSS

Kalau di ibaratkan, CSS ( Cascading Style Sheets ) adalah make-up, pemanis yang ,mempercantik sebuah halaman web, sebuah website dengan isi berbobot mungkin akan kurang peminatnya jika tampilannya biasa-biasa saja.
CSS sendiri bisa di artikan suatu kumpulan kode-kode untuk mengatur format atau tampilan suatu halaman HTML. CSS digunakan untuk mengumpulkan suatu blok perintah pemformatan yang sering dilakukan berulang-ulang sehingga dapat mempercepat proses kerja pendesainan halaman web. CSS dapat juga digunakan untuk membuat efek-efek dinamis dan atraktif yang tidak mungkin dilakukan oleh HTML biasa. Sejak pertama kali di publikasikan pada tahun 1996, CSS sudah mengalami perkembangan dari CSS 1 sampai yang terbaru yaitu CSS 3.
Kekurangan atau kelemahan dari penggunaan CSS adalah tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama, artinya tampilan web dengan CSS yang terlihat baik di browser  yang satu, bisa terlihat berantakan di browser lainnya. Jadi kita harus memeriksa tampilan web di semua  browser untuk memeriksa tampilan agar terlihat baik dan menambahkan kode-kode tertentu jika dibutuhkan agar tampilan web terlihat baik di semua browser.

Syntax CSS.
            Syntax/perintah dalam CSS terdiri atas selector, property dan value.
Format penulisan syntax CSS :
                                    h2  { color : green; }

h2 dari syntax di atas adalah selector, color adalah property dan green  adalah valuenya.

Untuk menggunakan CSS ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain :
a. Inline CSS.
Kode CSS dituliskan langsung dengan menambahkan atribut style=”..”  pada tag tersebut. Style hanya akan mempengaruhi tag yang bersangkutan dan tidak mempengaruhi tag lainnya. Cara ini dilakukan jika kita ingin memformat suatu elemen satu kali saja.
Kode:


Hasilnya:
b.  Embedded CSS.
  Kode CSS di letakkan di antara tag <head>...</head>
Contoh :                                                           Kode:

save kode di atas, jalankan di browser
c. Ekternal CSS.
  Kode CSS di tulis dalam satu file terpisah dengan ekstensi  *.css,  yang kemudian             akan kita panggil ke dalam halaman web yang yang kita buat. Cara ini lebih praktis   karena kita hanya membutuhkan satu set kode CSS untuk semua halaman web kita. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-Buatlah satu file dengan text editor (notepad, notepad++ dll) berisakan kode-kode CSS,lalu save as dengan ekstensi  .css, misalnya meong.css
kode:
body {background:#a5f962; color:#FFFF00;
margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#000fff}
p {font-size:12pt; font-family:arial;
      color:red; text-indent:0.5in}
Langkah selanjutnya adalah memanggil file meong.css yang telah kita buat tadi dari halaman web yang akan kita format. Caranya adalah dengan memasukkan kode dibawah ini di antara tag <head>

kjalankan dibrowser dan liat hasilnya.
 Class dan ID selector
Class selector adalah selector yang dapat di gunakan oleh lebih dari satu tag HTML, artinya beberapa tag HTML bisa menggunakan css dari class tersebut. Contohnya :

Kode CSS:
 .tulisan{
      font-size:17px;
      color=blue;
}

Penggunaan pada HTML:

<h1 class=”tulisan”> contoh class selector</h1>
<div class=”tulisan”>ini juga contoh class selector</div>

            Sedangkan ID selector adalah selector yang hanya digunakan untuk satu tag HTML saja, biasanya digunakan untuk memformat tag HTML yang kegunanannya hanya sekali saja, misalnya header,wrapper,menu navigasi dan lain-lain.
Kode CSS:
#header {
      background-color:green;
      width:900px;
     height:50px;
}

Penggunaan pada HTML
<div id=”header”> </div>



Selasa, 04 Juni 2013

Edit dan Hapus Data dari Database dengan PHP

Kali ini kita akan membahas tentang cara mengedit dan menghapus data yang ada di database MySQL dengan menggunakan PHP. Untuk itu kita perlu sedikit mengubah file tampil_data.php yang kita gunakan pada tutorial sebelumnya ( Menampilkan Data dari Database dengan PHP ).
Perhatikan perubahan kode yang berada dalam kotak merah:


Hasilnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini :


Selanjutnya kita akan membuat file yang bernama ubah_data.php yang berfungsi untuk mengedit data dan hapus_data.php yang berfungsi untuk menghapus data yang tersimpan dalam database.

a. ubah_data.php
/*==============Code======================*/
<?php
/*
author :Didon Pramatawa
blog :donprama.blogspot.com
*/
//koneksi ke database
$server = 'localhost';
$username = 'root';
$password = '';
$database = 'belajar';
$koneksi=mysql_pconnect ($server,$username,$password) or die ('Koneksi Gagal !');
mysql_select_db ($database) or die ('Database tidak bisa dibuka');

//mengambil data dari database yang ingin di ubah
$id=$_GET['id'];
$sql=mysql_query("SELECT * FROM tb_data WHERE id='$id' ");
$data=mysql_fetch_array($sql);

//proses mengupdate data
if (isset($_POST['submit']))
{
$judul=$_POST['judul'];
$isi=$_POST['isi'];
$ubah=mysql_query("UPDATE tb_data SET
judul='$judul',
isi='$isi' WHERE id='$id' ");
//untuk mengetahui apakah data berhasil di ubah atau tidak
if($ubah)
{
echo "<script language=javascript>alert('Berhasil');</script>";
print '<meta http-equiv=refresh content=1;url=tampil_data.php>';
}
else
{
echo "<script language=javascript>alert('gagal');</script>";
print '<meta http-equiv=refresh content=1;url=tampil_data.php>';
}
}
?>
<html>
<body>
<form action="" method="POST">
<table border="1" align="center">
<tr>
<th colspan="2">Form Edit Data </th>
</tr>
<tr>
<td>Judul</td>
<td><input type="text" name="judul" value="<?php echo $data['judul'];?>"></td>
</tr>
<tr>
<td>Isi</td>
<td><textarea name="isi" rows="6"><?php echo $data['isi'];?></textarea>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><input type="submit" name="submit" value="Ubah">
</tr>
</table>
</form>
</body>
</html>
/*=============EndOfCode============================*/

b. Hapus_data.php
/*==============Code======================*/
<?php
/*
author :Didon Pramatawa
blog :donprama.blogspot.com
*/
//koneksi ke database
$server = 'localhost';
$username = 'root';
$password = '';
$database = 'belajar';
$koneksi=mysql_pconnect ($server,$username,$password) or die ('Koneksi Gagal !');
mysql_select_db ($database) or die ('Database tidak bisa dibuka');

//mengambil data dari database yang ingin dihapus
$id=$_GET['id'];
$sql=mysql_query("DELETE from tb_data WHERE id='$id' ");
if ($sql)
{
echo "<script language=javascript>alert('Berhasil');</script>";
print '<meta http-equiv=refresh content=1;url=tampil_data.php>';
}
else
{
echo "<script language=javascript>alert('gagal');</script>";
print '<meta http-equiv=refresh content=1;url=tampil_data.php>';
}
/*=============EndOfCode============================*/
Coba jalankan kedua script diatas dengan menklik masing-masing linknya.



Senin, 03 Juni 2013

Menampilkan Data dari Database dengan PHP

Tutorial kali ini akan membahas bagaimana menampilkan data yang telah kita simpan di database menggunakan PHP. (untuk teknik menyimpan data ke dalam database silahkan membaca artikel ini). Database yang kita gunakan masih sama dengan database yang kita buat pada tutorial sebelumnya.
Buka editor kesayangan anda lalu tulislah kode-kode dibawah ini..

/*=====================Code============================*/
<?php
/*
author :Didon Pramatawa
blog :donprama.blogspot.com
*/
//koneksi ke database
$server = 'localhost';
$username = 'root';
$password = '';
$database = 'belajar';
$koneksi=mysql_pconnect ($server,$username,$password) or die ('Koneksi Gagal !');
mysql_select_db ($database) or die ('Database tidak bisa dibuka');

//proses menampilkan data
$sql=mysql_query("SELECT * FROM tb_data ORDER by id ASC");

//memeriksa apakah ada data dalam tabel td_data
$cek=mysql_num_rows($sql);
if($cek==0)
{
echo "tidak ada data";
}
else
{
echo " <table border=1 align=center>
<tr>
<td>Judul</td>
<td>Isi</td>
</tr>";
while ($data=mysql_fetch_array($sql))
{
?>
<tr>
<td><?php echo $data['judul'];?></td>
<td><?php echo $data['isi'];?></td>
</tr>
<?php
}
}
echo "</table>";
?>
/*==================EndOfCode=======================*/

Save as tampil_data.php lalu buka dengan browser "localhost/belajar/tampil_data.php"
hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini


Kamis, 30 Mei 2013

Menyimpan Data ke Database dengan PHP

Salah satu keunggulan PHP dan Server Side Scripting pada umumnya adalah kemampuannya berinteraksi dengan database, baik itu untuk menyimpan,menampilkan, mengedit ataupun menghapus data. Tutorial kali ini kita akan belajar menyimpan data ke dalam database dengan kolaborasi PHP dan MySQL.
Langkah pertama adalah membuat sebuah database tempat kita akan menyimpan data. Caranya buka browser kesayangan anda (chrome, mozilla dll) lalu ketikkan "localhost/phpmyadmin" (tanpa tanda petik tentunya). Buatlah sebuah database dengan nama belajar yang terdiri dari 3 field yaitu id, judul dan isi.untuk lebih jelasnya bisa di lihat di gambar dibawah ini.
Gambar 1.
gambar 2
Setelah selesai membuat database, buatlah sebuah folder di C:\xampp\htdocs, nama foldernya "belajar" biar gampang diingat. Siapkan text editor ( notepad, notepad++ , dreamweaver dll), lalu tulislah code-code berikut ini.
/*========================CODE START=================================*/
<?php
/*
author :Didon Pramatawa
blog :donprama.blogspot.com
*/
//koneksi ke database
$server = 'localhost';
$username = 'root';
$password = '';
$database = 'belajar';
$koneksi=mysql_pconnect ($server,$username,$password) or die ('Koneksi Gagal !');
mysql_select_db ($database) or die ('Database tidak bisa dibuka');

//proses menyimpan data
if (isset($_POST['submit']))
{
$judul=$_POST['judul'];
$isi=$_POST['isi'];
$sql=mysql_query("INSERT INTO tb_data VALUES ('','$judul','$isi')");
//untuk mengetahui apakah data berhasil di simpan atau tidak
if($sql)
{
echo "<script language=javascript>alert('Berhasil');</script>";
print '<meta http-equiv=refresh content=1;url=simpan_data.php>';
}
else
{
echo "<script language=javascript>alert('gagal');</script>";
print '<meta http-equiv=refresh content=1;url=simpan_data.php>';
}
}
?>
<html>
<body>
<form action="" method="POST">
<table border="1" align="center">
<tr>
<th colspan="2">Form Input Data </th>
</tr>
<tr>
<td>Judul</td>
<td><input type="text" name="judul"></td>
</tr>
<tr>
<td>Isi</td>
<td><textarea name="isi" rows="6"></textarea>
</tr>
<tr>
<td colspan="2"><input type="submit" name="submit" value="simpan">
</tr>
</table>
</form>
</body>
</html>
/*========================END OF CODE=================================*/

coba isikan kolom-kolom yang tersedia, tulis sembarang juga bisa ^_^
untuk penjelasan codenya bisa di baca di bagian comment (yang di awali dengan tanda // ) dan untuk melihat data yang berhasil di simpan....tunggu tutorial selanjutnya gan ^_^







Function dalam PHP

Merupakan kumpulan kode yang bisa di gunakan berulang kali dan dapat di panggil ke semua bagian dalam dokumen PHP tersebut. Function berguna jika kita berada dalam situasi dimana kita di haruskan untuk menuliskan kode yang sama berulang kali.
Contohnya :
<html>
<body>
<?php
Function tambah($x,$y)
{
$jumlah=$x+$y;
return $jumlah;
}
echo “5 + 5 = “ . tambah (5,5);
?>
<!----memanggil fungsi di bagian lain dokumen---->
======================================== </br>
<p>Berapakah 5 + 5? </p>
<p> 5+5 = <?php echo jumlah(5,5); ?>
</body>
</html>

Minggu, 26 Mei 2013

Looping dalam PHP

            6. Looping (pengulangan).
            Seperti bahasa pemrograman lainnya,di PHP juga terdapat pengulangan atau looping. Terdapat beberapa macam jenis looping dalam PHP, yaitu :
   a. While
            Di gunakan untuk mengeksekusi suatu kode terus menerus selama kondisinya bernilai benar. Contohnya:
<html>
<body>
<?php
$i=1;
while ($1<=5)
{
       Echo “Ini baris ke : “.$i.”</br>’;
       $i++;
}
?>
</body>
</html>

Hasilnya akan tampak seperti berikut ini:
Ini adalah baris ke :1
Ini adalah baris ke :2
Ini adalah baris ke :3
Ini adalah baris ke :4
Ini adalah baris ke :5

    b. do..while.
            Di gunakan untuk mengeksekusi suatu kode satu kali, lalu mengecek kondisi/pernyataannya, kemudian melakukan pengulangan jika bernilai benar. Contohhnya:
<html>
<body>
<?php
$i=1;
do
{
$i++;
       Echo “Ini adalah baris ke : “.$i.”</br>”;
}
while($i<=5);
?>
</body>
</html>

Hasil dari contoh di atas akan sama dengan hasil pada looping menggunakan while, perbedaannya adalah bahwa kondisi/pernyataannya selalu di periksa.

     c. for.
            Di gunakan untuk pengulangan yang sudah di tentukan nilai awalnya,lebih sederhana dari while karena kodenya diletakkan dalam satu baris. Contohnya :
<html>
<body>
<?php
for ($=1; $<=5; $i++)
{
       Echo “Ini baris ke : “.$i.”</br>
}
?>
</body>
</html>

     d. foreach.
            Di gunakan untuk pengulan array yang memiliki nilai. Contohnya:
<html>
<body>
<?php
$x=array(“satu”, “dua”, “tiga”);
foreach ($x as $value);
{
       echo $value . “</br>”;
}
?>
</body>
</html>

Hasilnya akan seperti:
satu
dua
tiga
 

Jumat, 24 Mei 2013

Conditional Statement dalam PHP

Conditional Statement di gunakan untuk untuk memeriksa suatu kondisi/pernyataan tersebut benar atau salah. Conditional Statement dalam PHP terdiri atas if, if…else, dan switch.

a. If statement.
If statement digunakan untuk mengeksekusi query yang pernyataannya bernilai benar. Contoh: 
 
<html>
<body>
<?php
$hari=date(“D”);
if ($d==”sat”)
 {
       echo “Selamat Bermalam Minggu!”;
 } 
?>
</body>
</html>
 
 
Pada contoh diatas pesan "selamat bermalam minggu" hanya akan muncul jika query di atas di akses pada hari sabtu, sedangkan jika di akses pada hari lain hanya akan menampilkan halaman kosong.

b. If…else Statement.
If…else statement di gunakan untuk mengeksekusi suatu kode yang pernyataannya benar atau akan mengeksekusi baris kode lain jika pernyataan pertama bernilai salah. Contoh:

<html>
<body>
<?php
$hari=date(“D”);
if ($d==”sat”)
       {
       echo “Selamat Bermalam Minggu!”;
       }
else
       {
       echo “Jangan Begadang, Besok pagi masuk kerja!”;
       }
?>
</body>
</html>
 
Pada contoh di atas, jika halaman tersebut di akses pada hari sabtu, 
maka browser akan menampilkan “Selamat Bermalam Minggu!” sedangkan kalau
di akses pada hari lain maka browser akan menampilkan “Jangan Begadang,
 Besok masuk kerja!”
 
c. Switch.
            Switch di gunakan untuk mengeksekusi suatu baris kode yang pernyataanya bernilai benar dari sekumpulan baris kode. Contoh:
<html>
<body>
<?php
$kamu=”imut”;
switch($kamu)
       {
       case “jelek”:
              echo “kamu jelek lho”;
              break;
       case “cantik”:
              echo “kamu cantik lho”;
              break;
       case “imut”:
              echo “kamu imut deh”;
              break;
       default:
              echo “kamu biasa aja”;
       }
?>
</body>
</html>

Dari contoh diatas, baris kode yang akan muncul dibrowser adalah “kamu imut deh”, sedangkan yang lain akan di abaikan. Dan jika tidak ada satu pun di antara pernyataannya benar, maka yang akan di eksekusi adalah default.

Variabel di PHP

Hampir dalam setiap bahasa pemrograman kita mengenal yang namanya variabel, variabel bisa diartikan suatu lambang yang di gunakan untuk menyimpan suatu nilai tertentu dan nilai ini juga bisa bersifat dinamis/ berubah-ubah. Dalam PHP ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah variabel yaitu:
- Di awali dengan tanda dollar ($), kemudian di ikuti dengan nama variable.
- Nama variable harus di awali dengan haruf, angka atau underscore ( _ ).
- Tidak boleh menggunakan spasi.
- Bersifat case-sensitive (huruf kapital dan kecil dibedakan) contoh: $X dan $x adalah dua variable yang      berbeda.
Contoh penggunaan variable dalam PHP:
==========#kode=============
<html>
<body>
<?php
$teks="PHP is Cool!";
echo $teks;
?>
</body>
</html>
==========#keterangan=========
keterangan:
-$teks adalah sebuah variable yang menyimpan nilai string "PHP is Cool!"
-echo adalah query PHP yang berfungsi untuk menampilkan sesuatu di browser

Fungsi utama suatu variable dalam PHP adalah memudahkan kita untuk meringkas suatu query,nilai string dll agar lebih mudah dieksekusi tanpa perlu menulis ulang query/nilai string. 

Kamis, 23 Mei 2013

Berkenalan dengan PHP

Pengertian PHP
PHP (Hypertex Preprocessor) adalah suatu bahasa scripting server-side (di jalankan di server kemudian outputnya di kirim ke client/browser) yang digunakan untuk membuat suatu aplikasi berbasis web. Kelebihan dari PHP salah satunya adalah mendukung banyak database, antara lain MySQL, Informix, Oracle, Sybase, Solid, PostgreSQL, Generic ODBC, dll.      Selain itu PHP juga bersifat open-source yang artinya bebas untuk di download dan di gunakan.
Untuk menjalankan suatu script PHP, diperlukan Web Server seperti Apache, PHP interpreter dan MySQL sebagai database. Saat ini sudah banyak tersedia paket PHP + Apache + MySQL yang akan memudahkan kita menggunakan PHP, misalnya Xampp (www.apachefriens.org), Wamp (www.wampserver.com) dll, atau kalau males install-menginstall bisa menggunakan paketan portabel seperti USBwebserver (www.usbwebserver.net).


Script dan Syntax PHP
  • Penulisan kode PHP diawali dengan <?, dan di akhiri dengan ?>.
  • Di akhir baris kode PHP di gunakan tanda semi colon ( ; ).
  • Penulisan komentar di awali dengan tanda // atau di antara /*…..*.

Sebuah dokumen PHP yang ditulis dengan teks editor (notepad,notepad++,dreamweaver dll) 
disimpan dengan ekstensi *.php, *.php3 atau *.phtml. PHP dapat 
digabung/disisipkan dalam kode HTML, JavaScript, CSS untuk membuat suatu halaman web. 
Ketentuan-ketentuan dalam menulis script PHP antara lain:

Contoh:

<html>
<body>
<?php
echo “PHP is Cool!”;
//komentar ini tidak akan muncul dibrowser
?>
<body>
</html>